Layanan
Tindakan Pembedahan
Pembedahan dalam pembiusan lokal dapat dilayani di praktik mandiri, sedangkan tindakan pembedahan dalam sedasi maupun pembiusan umum dapat dilayani di praktik rumah sakit.
Bedah plastik tidak hanya tentang mempercantik diri (estetika), tetapi juga memiliki peran besar dalam rekonstruksi, yaitu memperbaiki jaringan tubuh atau kulit yang mengalami gangguan fungsi maupun tampilan akibat kondisi tertentu. Kabar baiknya, beberapa prosedur rekonstruksi berskala kecil dapat dilakukan secara praktis dan aman menggunakan pembiusan lokal.
Apa Itu Bedah Plastik Rekonstruksi?
Bedah plastik rekonstruksi berfokus mengembalikan fungsi dan memperbaiki tampilan hingga sedekat mungkin dengan normal. Kondisi yang biasanya ditangani meliputi:
- Luka bakar dan bekas luka (scar)
- Cacat bawaan lahir, seperti bibir sumbing
- Kerusakan jaringan akibat kecelakaan atau cedera fisik
- Perbaikan setelah operasi pengangkatan tumor atau kanker (onkoplasti)
Prosedur Rekonstruksi yang Menggunakan Bius Lokal
Tindakan rekonstruksi yang bersifat kecil atau di area yang terbatas sering kali cukup menggunakan bius lokal, di mana pasien tetap sadar namun area yang dioperasi terasa baal. Contohnya meliputi:
- Revisi Bekas Luka (Scar Revision): Jika pasien memiliki bekas luka yang menonjol, berwarna gelap, atau cekung (hipotropik), dokter Bedah Plastik dapat melakukan prosedur pembedahan untuk membuang jaringan parut lama dan menutupnya kembali dengan teknik penjahitan yang lebih optimal agar hasilnya lebih harmonis.
- Pengangkatan Benjolan atau Tumor Kecil: Prosedur ini dilakukan untuk membuang jaringan yang tidak diinginkan di permukaan kulit.
- Cangkok Kulit Kecil: Mengambil sedikit jaringan kulit sehat untuk menutupi area yang rusak.
Pentingnya Perawatan Pasca-Tindakan (After Care)
Keberhasilan operasi rekonstruksi sangat bergantung pada proses penyembuhan luka masing-masing individu. Oleh karena itu, kontrol rutin setelah operasi sangat penting agar dokter Bedah Plastik dapat memantau perkembangan luka dan menentukan langkah perawatan selanjutnya guna mencapai hasil yang optimal.
Risiko Yang Harus Diketahui
Setiap tindakan bedah tetap memiliki risiko, antara lain:
- Infeksi atau perdarahan di area operasi
- Cedera saraf yang bersifat sementara
- Efek samping dari obat bius yang digunakan
Sebelum menjalani prosedur, pastikan Anda telah berkonsultasi dengan dokter Bedah Plastik untuk menyesuaikan ekspektasi/harapan dan memahami risiko serta manfaat dari tindakan yang akan dilakukan.
