Layanan
Perawatan Luka Bakar
Penanganan luka bakar sesuai derajat, luas, dan kedalaman luka, hingga fase pemulihan dan pencegahan kontraktur berkolaborasi dengan dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (SpKFR).
Luka bakar bisa terjadi kapan saja. Penanganan yang salah pada menit-menit awal dapat memperburuk kondisi luka. Berikut adalah panduan ringkas untuk membantu Anda mengenali dan menangani luka bakar dengan benar.
Apa Itu Luka Bakar?
Luka bakar adalah kerusakan pada lapisan kulit akibat paparan suhu panas (api, air panas, uap), bahan kimia, radiasi matahari, atau aliran listrik.
Menilai Keparahan Luka (Aturan 1%)
Penting untuk mengetahui seberapa luas luka bakar tersebut. Cara termudah adalah dengan menggunakan telapak tangan pasien. Satu telapak tangan pasien mewakili sekitar 1% dari total luas permukaan tubuhnya.
Mengenal Derajat Luka Bakar
- Derajat 1 (Epidermal): Seperti terbakar matahari, kulit merah dan nyeri, tanpa lepuhan.
- Derajat 2 (Dermis): Muncul lepuhan (bulla), luka basah, dan sangat nyeri.
- Derajat 3 (Full-thickness): Luka tampak hitam atau putih, kering, dan tidak terasa nyeri karena saraf telah rusak.
Pertolongan Pertama: Stop, Drop, Cover & Roll
Jika Anda atau orang di sekitar mengalami luka bakar api:
- Stop (Berhenti): Jangan lari karena angin akan memperbesar api.
- Drop (Rebah): Berbaringlah di lantai.
- Cover (Tutup): Tutupi wajah dengan tangan untuk perlindungan.
- Roll (Berguling): Bergulinglah untuk memadamkan api.
Langkah Selanjutnya:
- Turunkan suhu: Siram luka dengan air mengalir. Jangan gunakan air es.
- Tutup: Lapisi dengan kassa bersih atau plastik gulung (plastic wrap) agar tidak menempel erat pada luka.
Segera ke rumah sakit jika:
- Luka bakar luas (>10% pada anak atau >20% pada dewasa)
- Menghirup asap/uap panas dalam ruangan tertutup (trauma inhalasi)
- Mengenai area khusus, seperti mata, wajah, tangan, kaki, atau alat kelamin
- Disebabkan oleh listrik atau bahan kimia
